Liburan ke Pulau Tidung Penuh Keceriaan

Liburan ke pulau tidung, perjalanan yang sudah direncanakan sejak sebulan yang lalu bersama kelima sahabatku. Akhirnya, taraaa liburang ke pulau tidung yang kita nantikan terwujudkan juga. Aku bersama sahabatku berangkat dari rumah jam 8 pagi, padahal sesuai perjanjian kita seharusnya berangkat liburan ke pulau tidung jam 6 pagi. Ah, lupakan keterlambatan keberangkatan ini.

Banyak cerita yang akan aku bagi tentang liburan ke pulau Tidung ini. Seru Banget. Suasana saat di kapal dengan ombak yang tidak diam, airnya yang sejuk. Apalagi saat sampai di pulau Tidungnya. Aku sebelumnya sudah pernah lihat warna lautnya dari foto-foto temenku saat dia liburan ke pulau tidung. Dan sekarang aku bisa merasakan laut sekaligus melihatnya dengan mata kepalaku sendiri. Subhanallah, ini laut apaan? Kereen. Warna lautnya gradasi. Ada hijau toska dan biru.

Dan yang paling serunya itu pas foto-foto trus ada guenya gitu grin emoticon Mangtaaapp dah. Biar serasa liburan di pulau tidung selamanya, meskipun sudah pulang.


Liburan ke Pulau Tidung

Kami sampai di pulau tidung jam setengah 11 siang. Aku bersama kelima sahabatku, turun dari kapal. Dengan penuh kelesuan, lemas, yang bercampur bahagia, melihat laut yang begitu indah di sekitar pulau tidung. Kami berenam mencari tempat penginapan. Di rumah penduduk, kami disambut plang: “Anda berada di pulau tidung.” Ya begitulah kira-kira bunyinya.

Ada muncul pertanyaan bodo dari diriku, seperti pertanyaan bocah, atau karena memang ini adalah perjalanan pertama kalinya ke pulau? Sepanjang perjalanan aku bertanya: “sebenernya pulau itu apaan sih? kok pulau kayak kampung gini.” aku bertanya sendiri, aku ga bisa menjawab, sahabat yang lain pun terdiam, mungkin mereka sedang merenungi pertanyaanku kah? (haha, pertanyaan gak berbobot gitu). Atau karena mereka, sedang berharap: “Di mana tempat penginapan kami? Aku rasanya ingin menghempaskan lelah”. Begitu kali ya kata mereka masing-masing? Ceritanya aku sedang menebak bahasa hati mereka. Gitu.

Karena, seharusnya kita menginap di rumah bibi salah satu sahabat dari kami, dan ternyata rumah bibinya sedang ada tamu frown emoticon . Pupuslah sudah, keinginanku untuk segera beristirahat. Akhirnya kami jalan lagi, menuju penginapan yan masih kosong, dan akhirnya, 7 menit kemudian kami sampai juga di penginapan. Posisi penginapan yang ciamik, karena di depan penginapan langsung ada airnya. Ulalaaa.. Bayangin dulu deh. Nanti baru aku tunjukin fotonya. Pasti pada pengen deh kalian liburan ke pulau tidung. Gak sia-sia perjalananku ke pulau ini. Pengen ke sini lagi.

Sambil menunggu dhuhur tiba, kami santai-santai dulu di penginapan, makan-makan. Setelah itu, kami akan jalan-jalan ke jembatan cinta. Ye ye ye.. Begitu kata salah satu sahabatku, yang sudah sering ke sini. Makan sudah, solat sudah, yang belum puas itu tidur siangnya. Molor banget dah gue. Demi jembatan cinta, aku memutuskan untuk libur tidur siang.

Jam setengah 2 kami lagi-lagi berjalan kaki, untuk menyewa sepeda. Yes, akhirnya aku naik sepeda juga. Bersepeda di pulau tidung dengan suasana yaang beuuhh. Aku sudah memilih sepeda yang cocok untuk difoto nanti, eh nyatanya aku ga foto-foto sama sepeda frown emoticon . Rasanya ketika ada satu sesi yang tidak diabadikan, rasanya gimanaaa gitu. Alay deh. Gubrak

Di sini, kalian bisa menghilangkan sementara kegalauan kalian. Silahkan kalian berteriak sesuka kalian, mau nyebur ke tengah laut juga boleh, airnya ituloh, biyutiful banget. Trus ada kapal-kapal gitu, banana boat, dan lain-lain. Langsung deh, pas ada kapal kecil lagi diparkir, aku langsung bilang ke sahabat, “aku fotoin di sini nih. Keliatan kapalnya ga? Keliatan airnya ga?” pokoknya rempong banget.

“eh eh eh, itu jembatan apa? Ke sana yuk” begitu kataku saat liat jembatan, ya lagi-lagi aku pengen foto di jembatan. hihih

Angin yang berhembus dari gerakan ombak, membuatku untuk terus menghirup, menikmati dan memandang laut ini penuh takjub, takjud kepada sang pencipta. Yah, udah perenungan frown emoticon . Santai, belum kelar kok ceritanya wink emoticon

Begitulah ceritaku saat liburan di pulau tidung bersama kelima sahabatku. Kamu mau juga jalan-jalan ke pulau tidung bersama sahabatmu? (Maaf, perjalanan ke pulau tidung ini sudah beberapa bulan ke belakang wink emoticon )

Leave a Reply

Your email address will not be published.