Mendaki kepuncak gunung merbabu

Mendaki kepuncak gunung merbabuMendaki kepuncak gunung merbabu – Merbabu berasal dari kata MERU dan BABU yang berarti gunung dan wanita. Terletak di tiga kabupaten di Jawa Tengah yaitu Magelang. Salatiga dan Boyolali. ‘gunung wanita’ ini adalah pasangan Gunung Merapi yang berada tepat di sampingnya sebagai ‘gunung Pria’. Gunung ini sudah tidak aktif terakhir meletus tahun 1968 dan menyisakan lima kawah mati. Tak perlu takut ‘perempuan’ ini akan rewel kan?

Dari semua jalur yang ada. hanya lima yang sering digunakan oleh para pendaki gunung. yaitu Tekelan (Kopeng), Dakan, Cuntel, Ngagrong dan Selo. Selebihnya, hanya penduduk sekitar lereng Merbabu saja yang mengetahuinya. Mereka menggunakan jalur tersebut ketika mencari kayu bakar, berladang atau berburu.Jalur utama dan paling sering digunakan oleh pendaki adalah jalur Tekelan (sebuah desa di kaki Melbabu bagian utara). Karena di jalur ini terdapat petunjuk arah yang jelas dan papan-papan informasi di tiap pos pendakian. Untuk mencapai desa ini. naik bis dari Jogjakarta jurusan Magelang atau Semarang. Dari terminal Magelang, lanjutkan dengan bis ke Salatiga dan turun di Kopeng. Setelah itu, dari Hutan Wisata Umbul Songo manfaatkan jasa ojek sampai ke best camp. Namun jika ingin menikmati hijaunya alam. Anda bisa berjalan kaki menyusuri hutan dan jalan pedesaan sejauh 1,8 km.

Dari base camp sampai puncak tertinggi, ada lima pos yang dapat digunakan untuk beristirahat atau bermalam dengan mendirikan tenda.

Mendaki kepuncak gunung merbabu

Mendaki kepuncak gunung merbabu2Dalam perjalanan menuju Pos I (Gumuk), sekitar 2.7 km dari base camp (2.260 mdpl). terdapat pos bayangan yang diberi nama Pos Pending dan sering dikira Pos 1 oleh pendaki yang baru pertama kali ke Merbabu. Setelah pos ini. Anda akan melewati Sungai Kalisowo dan menemui Pereng Putih. sebuah tebing volkanik putih setinggi 15 m. Pereng ini akan mengeluarkan gema jika Anda berteriak dari punggungan di sebelahnya. Seru ! Setelah melewati Sungai Kethekan, barulah Anda sampai di Pos I.

Pos II (Lempong Sampan) terletak sekitar 1 km dari Pos I (2.450 mdpl). Jalur menuju Pos II tidak begitu menanjak dan dipenuhi pohon pinus, cemara sefta semak belukar di kiri dan kanannya.

Pos III yang berada di ketinggian 2.610 mdpl, sekitar 0,7 km dari Pos II, merupakan batu besar dengan ceruk untuk dijadikan tempat berlindung yang muat untuk 4 orang. Itulah sebabnya pos ini diberi nama Watu Gubug yang artinya batu seperli rumah. Batu ini dianggap sakral oleh penduduk setempat, jadi jangan buang air kecil, apalagi buang air besar di sana.

Pos IV (Pemancar) berada 0,5 km di atas Watu Gubug (2.896 mdpl). Dalam peta topograf, pos ini tercantum sebagai Gunung Watu Tulis, karena untuk menggapainya Anda harus melewati tanjakan tanjakan dengan kemiringan lebih dari 45″. Disebut ‘Pemancar’ karena di sini terdapat sebuah menara relay milik TNI-AD untuk sarana komunikasi. Jika cuaca cerah, nikmati pemandangan Gn. Sumbing, Gn. Sindoro, Gn. Telomoyo, Gn.Gajah mungkur, Gn. Andong dan bahkan juga Rawa Pening dari sini.

Pos V adalah Gunung Kukusan (2.928 mdpl), sekitar 0,6 km dari Pos IV. Jika tiba terlalu malam sebelum lnaupun sesudah mencapai puncak, ini tempat yang tepat untuk membuat flying camp. Dari sini, puncak Merbabu sudah terlihat jelas. Namun untuk mencapainya Anda harus terlebih dulu melewati Jembatan Setan, sebuah jalan selebar setengah meter dengan jurang di kanan dan kirinya. lnilah Kawah Candra dimuka yang juga dianggap sakral. Setelah itu, Anda akan rnenjumpai sebuah persimpangan yang disebut Simpang Puncak. Simpang kiri menuju Puncak Syarif (3119 mdpl) atau Gunung Pregodalem di peta topograf. Tapi ini bukan puncak tertinggi. Karena itu, ambillah simpang kanan, menuju Puncak Kenteng Songo (3.142 mdpl). Anda harus melalui tanjakan curam yang disebut Ondho Rante, karena jalannya seperti tangga dengan rantai sebagai life line bagi para pendaki. Ada dua puncak yang saling bersebelahan di sini. Puncak tertinggi ada di bagian selatan Puncak Pasar Dieng yang dipijak setelah melewati Ondho Rante. Kenteng songo yang berarti 9 batu berlubang, dibagi dua kelompok untuk menandai hal ini. Lima batu diletakkan di Puncak Pasar Dieng dan empat di Puncak Kenteng Songo. Namun sayang, empat batu di Puncak Kenteng Songo telah hilang entah ke mana, sehingga sering terjadi kekeliruan tentang puncak tertinggi Merbabu. Tapi setelah membaca tulisan ini, Anda kini tahu puncak teninggi Gunung Merbabu yang sesungguhnya, kan?

Leave a Reply

Your email address will not be published.