Pantai Indrayanti, Wisata Pantai Yogyakarta

Pantai Indrayanti – Gunungkidul populer dengan adanya banyak pantai yang masih tetap perawan. Setidaknya lebih dari 10 pantai bertebaran di Gunung Kidul Yogyakarta ini diantara adalah Pantai imang, antai Baron, Pantai Kukup, Pantai Krakal, Pantai Drini, Pantai Sepanjang, Pantai Wediombo, Pantai Siung, Pantai Sundak, Pantai Sadeng.

Salah satu pantai yang memiliki keunikan tersendiri di Gunung Kidul adalah Pantai Indrayanti karena sekalipun pantai ini berada di Provinsi DIY namun suasana pantai ala Bali hadir di sini seperti deretan resotoran dan cottage yang berjajar apik.

Pantai Indrayanti

Sebelumnya ada sedikit informasi mengenai nama Pantai Indrayanti yang sebenarnya Pemerintah Kabupaten Gunungkidul secara resmi memberi nama Pantai Pulang Syawal. Bersamaan dengan bangkitnya pesona Pantai Pulang Syawal tumbuhlah industri wisata di sana. Pihak swasta membangun suatu cafe serta resto yang dinamakan Indrayanti, dengan papan nama besar yang menghadap ke jalan. Sebutan inilah justru lebih popular lantaran biasanya wisatawan yang kebetulan melintas cuma mengingat nama cafe serta resto itu.

Lokasi Pantai Indrayanti

Sekarang ini telah tak sulit untuk untuk mencapai pantai Indrayanti kini tidaklah sulit, disamping kepopulerannya yang sudah meluas cukup banyak papan penunjuk jalan yang akan membantu anda menemukan Tempat Wisata Pantai Indrayanti ini.  Dari arah kota Yogjakarta, anda cukup saja jalan mengarah ke Wonosari. Ketika anda sudah melalui batas kota Yogja-Gunungkidul, anda akan menemukan penunjuk jalan mengarahkan belok ke kanan menuju Pantai Indrayanti. Untuk mencapai Pantai ini dari Yogja membutuhkan sekitar 2 jam jika menggunakan kendaraan pribadi.
Ticket masuk kawasan ini hanya sebesar Rp 5 ribu, baik untuk mobil atau mini bus, tentunya cukup murah bukan.

Konsep Pantai Indrayanti

Pantai Indrayanti memiliki rencana pengembangan yang tidak sama dengan pantai-pantai lain di GunungKidul, DI Yogyakarta. Walau keduanya sama terbagi dalam hamparan pasir putih dan batuan karang, tetapi Pantai Indrayanti memiliki nuansa tidak sama. Pengelola pantai coba memberi sentuhan modern untuk menarik beberapa pengunjung. Hal semacam ini tampak dari pengaturan tempat pantai dan fasilitas yang disiapkan disana.

Diluar itu, tata letak cafe serta resto Indrayanti yang ditata sedmikian rupa juga menaikkan keindahan pantai ini di mata wisatawan. Sarana yang cukup lengkap, dari toilet, tempat parkir, penginapan, sampai gasebo-gasebo nyaman yang menghadap ke laut juga menaikkan daya tarik pantai ini.
Restoran tampak berjejer di selama tepi pantai demikian kita masuk tempat wisata. Payung-payung besar beraneka warna menarik terpasang membuat anda bisa menikmati pemandangan pantai tanpa risau oleh sinar matahari. Tata kelola ini tidak anda temukan di pantai lain yang ada di Gunungkidul.

Bagi para pengunjung yang hobi bermain jetsky, rencana pengembangan untuk memberi sentuhan modern yang di tawarkan pantai ini yaitu pengadaan sarana jet sky yang dapat disewa wisatawan.
Bagi pengunjung yang mau menikmati Lokasi Pantai Indrayanti pada malam hari maka lokasi pantai telah di lengkapi penginapan yang memiliki fasilitas pondok panggung, kamar mandi dan gazebo . Tempatnya nyaman, lantaran sepanjang bermalam kita bisa nikmati situasi pantai pada malam hari. Untuk bermalam di cottage yang disiapkan, kita menyediakan dana sebesar Rp 300 ribu hingga Rp 650 ribu per malam.

Untuk fasilitas kuliner di sini juga mencukupi dengan kisaran harga antara 10.000 hingga 100.000,- anda sudah dapat menikmati hidangan seafood atau jenis kuliner lainnya.

Salah satu poin utama dari keindahan Pantai Pulang Syawal ini yaitu kebersihannya yang senantiasa terbangun. Mengenai kebersihan, pihak pengelola sangat serius dalam menanganinya. Kita tidak boleh sembarangan buang sampah di Pantai Indrayanti, karena bakal dikenakan denda sebesar Rp 10 ribu untuk yang buang sampah tak pada tempatnya Ketentuan ini nyatanya direspon baik oleh beberapa wisatawan hingga buahnya dapat anda nikmati dengan kebersihan yang merata di seluruh area

2 Responses to "Pantai Indrayanti, Wisata Pantai Yogyakarta"

  1. Pingback: Appeal Yogyakarta To the Best Journey Places | unaccountablelu85

  2. Murat  December 23, 2014 at 8:31 am

    Dear Freda:First, I want to thank all our friends who vote with what they buy. Without their fhtaiful supports, Third Place will not even exist. Third Place will have her historical significance in Taiwan’s Salon and Spa industry.Third Place is the first Salon and Spa in Taiwan that don’t use fear based and distrust based Commission System to reward hairstylists or Spa aestheticians. People told me that I am crazy to trust young hairstylists will work for non-commission. All hairstylists got into this profession for money, not for their passion or service from heart. I just want to prove to them that they are wrong. People want to be trusted and wanted to participate in something larger than themselves. Of course, we have a merit based salary with open book management and 20% profit sharing and a different career paths for all our hairstylists. They can open their own salons and stay within our network, they can become a teacher at Canmeng Institute or they can be a happy hairstylists who practice Daymaking everyday with their best friends ( guests ). Hairstylist is a beautiful and rewarding profession if you decided not to put money in the center of your career path. In Canmeng, we are trying to create a new beauty industry which is not built on commission, but on lifestyle choice and Daymaking. Time really flies, especially, during our age.I intend to focus my time on Ripplemaker Foundation starting in 2013.Ripplemaker Foundation’s mission is to help people to realize their dream through entrepreneurship. I firmly believe people don’t need charity, people just need chance.In many ways, Ripplemaker Foundation is like a Profit for Purpose ( PFP ) business. Ripplemaker Foundation will be financed completely by my own efforts, not seeking any donation or government fund. I think this is the problem for most NPO who needs donors, sponsors and grants to survive. I think PFP business is the next phase, in addition to the buzz business model: Social Business or Social entrepreneur.If you read my book or search this blog, you will find the origin and the evolution of this PFP Business model.Well, I am going to put it into experiment now. ( Red Room is actually a kind of PFP business model already, if you look closely. )Thank you for your well wishes. I shall need it.Ping

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.